12.11.15

Kemala - Majalah Bobo


“Namaku Kemala.” Kemala memperkenalkan diri di depan kelas. Teman-temannya tersenyum mendengarnya.
“Wah, ada pantai,” seru seorang teman. Kemala bingung dengan seruan temannya. Ini hari pertama Kemala sekolah di Balikpapan. Kemala tahu Balikpapan ada laut di samping kotanya. Tapi Kemala tidak melihat pantai di sekitar sekolahnya.
“Di mana ada pantai?” Tanya Kemala pada Ibu Guru. Kemala melihat ke arah jendela kelas. Tidak terlihat pantai sedikit pun.
“Di Balikpapan ada pantai namanya Kemala.” Ibu Guru menjelaskan. Kemala mengangguk mengerti. Tapi kemudian bibirnya menekuk ke bawah. Kenapa harus ada pantai bernama Kemala? Kemala tidak suka namanya sama dengan pantai.
“Kenapa namaku Kemala?” Tanya Kemala pada ayah saat di rumah. Kening ayah mengernyit heran.
“Namaku sama dengan nama pantai. Ayah tahu?” Ayah tersenyum dan mengangguk.
“Besok hari minggu kita ke Pantai Kemala.” Kata Ayah. Kemala masih merengut sebal. Itu bukan jawaban yang dia inginkan.
Saat hari minggu tiba, Ayah mengajak Kemala ke pantai. Kemala membaca papan nama di sana. Pantai Kemala. Huh, ternyata memang ada pantai yang sama dengan namaku. Kemala mendengus sebal.
Namun mata Kemala langsung berbinar saat masuk ke pantai itu. Pasirnya putih Nampak lembut buat diinjak. Ada banyak anak-anak yang bermain di sekitar pantai. Pantainya berwarna biru, berdampingan dengan langit yang juga biru. Hari itu matahari memang bersinar cerah. Tapi suasana tampak rindang karena banyak pohon kelapa di pinggir pantai. Kemala berdecak kagum melihatnya.
“Pantainya cantik sekali, Ayah,” kata Kemala. Ayah membelai rambut Kemala. Kemala tersenyum pada ayah.

“Kalau pantainya secantik ini, Kemala tidak keberatan namanya sama dengan pantai.” Ayah dan Kemala tertawa bersama.

No comments: