6.1.15

Resensi mbak Utami di Harian Singgalang


Judul Buku      : Unmellow Yellow: Ketika Jodoh Dipertaruhkan
Penulis             : Aryna Halim
Penerbit           : Bhuana Sastra (Imprint dari PT BIP)
Tahun Terbit    : 2014
Tebal               : 276 halaman
ISBN               : 13:978-602-249-611-3

            Setiap orang selalu mengharap cinta sejati akan menghampiri. Cinta putih yang tumbuhdalam ikatan suci. Namun, jika dua insan dipertemukandalam sebuah pertaruhan jodoh, apakah bisa dinamakan cinta sejati?
            Rifki Rahardian memutuskan untuk mengambil alih Dear Cafe. Keputusan tersebut menyeretnya pada pertaruhan bersama Ayah. Jika dalam satu tahun ia berhasil menaikkan omset penjualan, Ayah akan mendukung pilihannnya. Sebaliknya, jika Rifki kalah, maka ia harus menurut pada arahan Ayah. Melihat pertaruhan itu, Bunda tak mau kalah, lantas mengajak Rifki bertaruh soal jodoh. Jika dalam masa yang sama Rifki tak menunjukkan calon istri, maka Rifki harus menurut pada  pilihan Bunda.
            Setelah satu tahun, Rifki berhasil memenamgkan pertaruhan dengan ayahnya, tetapi ia kalah bertaruh dengan Bunda. (hal 95)
            Dalam sebuah perbincangan,” Mau kapan Nak? Ingat perjanjian kita? Ayo! Inilah saatnya,” Bunda memegang pergelangan tangan Rifki lantas menariknya lembut. (hal 130)
            Akhirnya, dalam suatu candle light dinner, Rifki harus membuka hati untuk menerima jodoh yang ditawarkan, yakni Aludra. Perempuan cantik dari masa lalu yang pernah ia tinggalkan karena berani menyatakan cinta. Jika bukan karena Bunda, Rifki tentu tak akan mengangguk. Inilah yang harus ia lakukan atas pilihan Bunda. Jika Bunda menyayangi Aludra, ia juga harus bisa melakukan hal yang sama. Ia harus bersikap kesatria. (hal 144)
            Sebelum perjodohan itu, sebenarnya Rifki telah menyukai seorang gadis bermata bola. Raiha Sasmita, karyawan sebuah kantor akuntan publik yang letaknya satu kompleks dengan Dear Kafe. Rifki jatuh cinta sejak pandangan pertama. Namun ia tak berani mengungkapkan, karenabeberapa kali ia melihat Raiha bersama Danesh, teman sekantor Raiha.
            Ketika tanpa sengaja mereka berjumpa di Johor Bahru untuk urusan yang berbeda, barulah Rifki sadar bahwa Raiha memang cinta sejatinya. Hubungan mereka kian akrab, terlebih ketika mengetahui bahwakeduanya adalah soulmate di masa kecil. Orang tua mereka sama-sama berjuang sewaktu menuntut ilmu di Johor Bahru. Itulah sebabnya, Rifki sangat akrab dengan mata bola Raiha. (hal 161)
Sayangnya semua itu terjadi ketika Rifki sudah bertunangan dengan Aludra. Sampai suatu saat, Raiha terpaksa menahan kepedihan hatinya ketika mengetahui kenyataan itu. (hal 179)
Ada yang menarik dari novel ini. Selain menceritakan lika-liku Rifki dalam memperjuangkan cinta sejatinya, novel ini juga mengupas tentang jiwa wira usaha yang patut menjadi contoh bagi kawula muda. Rifkiyang sudah bekerja dengan karier bagus dan posisi strategis di sebuah perusahaan rela resign, demi menyelamatkan Dear Kafe milik keluarganya yang akan dijual oleh bundanya. (hal 19)
            Novel ini menjadi semakin hidup karena mengambil setting di daerah Malang, Jawa Timur dan kampus UniversitiTeknologi Malaysia di Johor Bahru. Bagi pembaca yang pernah tinggal di Malang, tentu akan terbawa oleh kenangan tentang “bahasa walikan khas Malang” saat membaca novel ini. (hal 41)
            Sementara untuk pembaca yang pernah menuntut ilmu di UTM, pasti ingatannya akan terbang ke area kampus UTM. Kampus yang dikelilingi kebun kelapa sawit, jalanan lebar, kolej(asrama mahasiswa) dan pohon manggis di sekeliling kolej. (hal 110)
Novel yang tak hanya menawarkan romantisme kisah cinta sepasang anak manusia. Namun juga mengisahkan jatuh bangunnya seorang enterpreneur muda dalam membangun bisnisnya. Sungguh sebuah novel yang menarik dan memberikan warna baru di tengah maraknya novel roman yang beredar di toko buku.

No comments: