10.1.15

Puisi Nyi Penengah di Koran Madura

Bila Kelak Nanti
By: Nyi Penengah Dewanti

Bila kelak nanti
Aku bisa melihat lagi
Kan kutatap indahnya pelangi
Takkan kubiarkan gelap menjamahku lagi

Bila kelak nanti
Nafasku terhenti
Tapi aku belum bisa melihat indah dunia ini
Kuyakin Dia akan tetap mengajakku menapaki

Bila kelak nanti
Impian tak akan jadi nyata lagi
Izinkan aku memiliki
Estafet mimpi dalam taman surgawi


Saat Harus Berakhir 
By : Nyi Penengah Dewanti

Pedih memilin air mata
Senyumku retak terbelah
Apakah cinta itu telah tiada?
Secebis kenangan tak pernah singgah kah?

Di sudut kota aku masih menanti
Berharap kau membelokkan arah
Menghapus lelehan bening di pipi
lalu memapah ketika aku hampir rebah di tanah

Ya Tuhan...
Jika ini harus berakhir
Jadikanlah akhir yang indah
Awal kebahagiaanku dan untuknya


Ungkai Do’a
By: Nyi Penengah Dewanti

Tuhan, kutau ini tidak mudah
Menerimanya sungguh payah
Hati remuk ripuk berkeping
Berpecah hancur seperti beling

Kumamah kalimah berderai
Meredam riuh badai
Menghentikan arus mimpi
Mencoba mengelabui jerit hati

Ungkai doa kupilin mengangkasa
Meruntai menggapai di atas sana
Apakah ini balasan ulahku yang leka?

Tuhan, izinkanlah aku sekali ini menikmati karya surga
Pada risalahMu yang tercipta
Hanya padaMu kumeminta


Sayapku Yang Patah
By: Nyi Penengah Dewanti

Kemarin aku mampu terbang dengan dua sayapku
Mengudara membelah awan-awan
Laut membiru renyah bersama tawaku
Kali ini hanya mampu kupandangi gumpalan kesyahduan
Karena sayapku telah patah

Kusimpan rapi dalam laci kamarku
Berharap suatu nanti mampu menemani terbang tinggi
Satu sayap tak berfungsi
Kupatahkan sendiri dengan kedua tangan ini
Tinggalah sepi dan sunyi
Kutatap bayanganku sendiri

Sepasang itu bukan kita
Sendiri itu aku dan kamu
Rindu kini telah hampa
Mencecap pilu sajak baitku



Untukku Sendiri 
By: Nyi Penengah Dewanti

Kepastian adalah satu kebutuhan
Kemana cinta itu akan dilabuhkan
Pengorbanan adalah satu jalan
Di mana adanya sebuah pembuktian

Jangan janji bila tak bisa kau tepati
Jangan mengelabui jika hanya separuh hati
Jatuh cinta sama kamu itu repetisi
Ingin lagi, lagi, dan lagi
Berlangsung terus setiap hari

Meski sepenuhnya aku menyadari
Cinta tak harus memiliki
Aku mengawali di situ pula kuakhiri
Cinta itu melilitku sendiri

No comments: