9.11.14

Resensi Hairi Yanti lagi di Tribun Kaltim

      Seperti ucapan yang sering dilontarkan orang-orang ke pasangan menikah 'Selamat Menempuh Hidup Baru', maka hidup baru itu juga yang dialami Gina dan Bara. Walau sudah menjalin hubungan selama 3 tahun, tapi apa yang terlihat selama 3 tahun pacaran itu tidak seperti dalam pernikahan. Ketika sudah menikah dan tinggal dalam satu atap tidak ada lagi hal yang bisa mereka sembunyikan. Bahkan untuk hal yang paling sering terlihat yaitu wajah. Bara sebagai suami, baru saja melihat wajah polos istrinya tanpa make up setelah mereka menikah. Sebelum menikah Gina selalu menemuinya dengan polesan make up di wajah.
        Masalah-masalah adaptasi sepasang pengantin baru kemudian muncul dalam keseharian mereka. Proses adaptasi yang tidak mudah karena pria dan wanita adalah karakter yang berbeda. Sebelum mereka menikah Bara sudah mengisi apartemennya dengan furniture pilihannya. Hal itu dilakukan Bara agar Gina tidak mengisi apartemen mereka dengan atribut khas cewek pilihannya seperti pesawat telpon model bibir warna merah darah. Sementara itu Gina juga kaget melihat furniture pilihan Bara yang menurutnya semua perabot itu warnanya saling tabrak.
        Setelah menikah, Bara juga baru mengetahui kalau istrinya sangat suka berbelanja. Belanja adalah satu hal yang sangat disenangi Gina. Ketika kegundahan melanda, Gina melarikan diri dengan belanja. Hal itu membuat tagihan kartu kredit Gina membengkak. Surat tagihan yang coba disembunyikan Gina dari Bara akhirnya berhasil ditemukan Bara. Bara pun marah melihat tagihan kartu kredit yang menurut Bara akan membahayakan kehidupan Gina karena bisa dikejar-kejar oleh debt collector. Untuk menyehatkan keuangan Gina dan demi keteraturan keuangan keluarga baru mereka, Bara pun membayar financial planner.
      “Kamu harus mulai membatasi pemakaian credit card kamu nggak lebih dari tiga puluh persen pendapatan kamu,” kata Financial Planner itu menasehati Gina (Halaman 149).
      Namun, Gina tak menggubris segala nasehat itu. Gina malah berbohong dengan mengatakan dia hanya punya satu kartu kredit, padahal Gina punya tiga kartu kredit. Sepulang dari pertemuan dengan financial planner, Gina malah semakin kalap buat belanja karena kepalanya seperti mau meledak mendengar segala nasehat buat berhemat. Gina merasa kalau dia lebih butuh psikiater ketimbang financial planner. (Halaman 155)
       Pada akhirnya apa yang disimpan Gina rapat-rapat ketahuan juga oleh Bara. Tagihan dua kartu kredit Gina lainnya yang membengkak ditemukan Bara. Bara marah besar karena Gina sudah berbohong dengan mengatakan kalau hanya punya satu kartu kredit. Satu kebohongan Gina membuat Bara kehilangan rasa percayanya pada istrinya. Dan menduga-duga jangan-jangan ada kebohongan lain yang dilakukan Gina pada dirinya selama ini. Meskipun mereka telah menjalin hubungan sejak tiga tahun yang lalu (Halaman 226)
      Konflik lain pun muncul dalam kehidupan pernikahan Bara dan Gina. Hadirnya seseorang dari masa lalu yaitu mantan kekasih Bara yang kini menjadi klien kerjanya juga membuat Gina mengendus ada perselingkuhan. Terlebih penampilan mantan kekasih suaminya itu terlalu menggoda. Bara pun menegaskan kalau hubungan dia dengan sang mantan hanya hubungan professional. Namun, naluri wanita untuk hal itu lebih tajam dari apa pun. Dugaan Gina benar, ada maksud terselubung dari kedekatan sang mantan dengan suaminya itu.
       Buku ini menceritakan 30 hari awal pernikahan Bara dan Gina dengan judul bab adalah hari-hari yang dilewati mereka. Tidak ada konflik yang terlalu tajam, hanya ada bagian masa lalu yang muncul kembali dan pertengkaran-pertengkaran khas suami istri, tapi tetap menjadikan buku ini menarik untuk dibaca. Ada hal-hal yang bisa diambil pelajaran dari cerita di dalamnya, seperti mengatur keuangan, bagaimana berkompromi dengan pasangan dan ada banyak resep yang bisa dipraktekkan di dapur masing-masing. Resep tersebut adalah resep yang dipratekkan Gina untuk menyenangkan suaminya.
Pada akhirnya setiap masalah apa pun yang dihadapi para pengantin baru dalam menjalani kehidupan pernikahannya, selalu ada solusi yang bisa ditemukan. Dengan tetap saling terbuka, percaya dan memberi kesempatan kedua jika pasangan melakukan kesalahan.

***
Judul : Yummy Tummy Marriage
 Penulis : Nurilla Iryani Penyunting : Noni Rosliyani
Penerbit : Bentang Pustaka Tebal Buku : vi + 270
Halaman ; 20,5 cm Tahun
Terbit : 2014
ISBN : 978-602-291-009-1

No comments: