18.6.14

Percikan GADIS - Bambang Irwanto



“Wow.. keren banget!” pekik Manda saat kami berjalan bersama di koridor sekolah.
“Apa yang keren?” tanyaku penasaran.
“Itu..!” Manda menunjuk ke arah perpus. Aku mengikuti arah telunjuk Manda. Tampak cowok keriting berkacamata yang sedang asyik membaca di bangku depan perpus.
“Miko maksudmu?” Manda memang baru dua minggu sekolah di sini. Jadi wajar kalau dia belum mengenal semuanya.
“Iya, kali. Aku kan belum tau namanya,” jawab Manda sambil terus menatap Miko tanpa berkedip. Tepatnya dia terpesona pada Miko.
Aku mengerutkan kening. Nggak salah tuh, masa cowok  kayak gitu dibilang keren.”
“Aku samperin ah..”
Buru-buru aku memegang tangan Manda. “Ngapain. Kita harus segera ke aula sekolah. Udah telat, nih!
“Sebentar aja.”
  “Besok aja. Kamu kan, pengin ikutan audisi anggota cheers sekolah,” aku langsung menyeret Manda menuju aula sekolah.
*** 
“Tiara, tuh cowok anak kelas berapa?” Manda langsung menyambutku saat baru masuk kelas.
“Maksud kamu, Miko?”
Manda mengangguk sambil memilin-milin saputangan gambar Pokemonnya. Manda memang pengemar Pokemon. Koleksinya lumayan banyak. Aku tahu karena kemarin diajak main ke rumahnya.
Aku menghembuskan napas. “Anak kelas Xb. Memangnya kenapa, sih?”
Manda tersenyum manis lagi. “Ih, semalam aku sampai nggak bisa tidur. Kepikiran terus.”
Ayayaya... rasanya aku mau pingsan dengar ucapan Manda itu. . Kemarin aku kira, si Manda hanya kesambet angin lewat. Ternyata... beneran dia naksir si Miko.
Bagaimana bisa Manda yang ayu rupawan itu bisa naksir si Miko, cowok paling tidak gaul di sekolah?  Beredarnya pun hanya seputar kelas dan perpus. Pasti ada yang salah.
***     
“Tiara, plis, dong! Antarin aku ke rumah Miko!”
Aku melotot pada Manda. “Kamu serius?”
Ini renggekan Manda yang ke lima. Sejak pagi dia uring-uringan terus, karena Miko tidak masuk sekolah hari ini.
“Aku kan udah bilang. Sejak pertama kali lihat, aku nggak bisa tidur setiap malam. Kepikiran terus. Gue udah cinta mati,” tukas Manda.
Aku menghembuskan napas. Parah benar, nih anak. Sedahsyat itukah pesona Miko?
***
Manda girang waktu pintu rumah Miko terbuka, lalu menyembul kepala cowok berambut keriting itu.
“Eh, kalian. Ada apa?” tanya Miko to the point, kaku dan tanpa basa-basi. Salah satu sikap yang tidak disukai cewek. Termasuk aku tentunya.
“Kamu nggak masuk hari in?” tanyaku basa-basi.
“Iya, aku sakit. Ada apa kalian kemari?”
Manda mencolek-colek lenganku, tanda meminta aku mewakilinya bicara.
“Ehm, gini, Ko! Si Manda kemarin lihat kamu depan perpus. Entah kenapa, sejak itu dia uring-uringan terus. Bahkan nggak bisa tidur mikirin kamu.”
Miko kaget sampai kacamatanya melorot. “Benarkah?”
Manda mengangguk sambil tersenyum manis. “Iya. Aku naksir banget gantungan kunci pokemonmu. Dari jauh saja, aku tau itu dari luar dan limitid edition. Boleh untukku saja? Beli juga nggak apa-apa kok.”
Aku dan Miko melongo. Benarkan, ada yang salah. Tapi kesalahan kali ini ada padaku.

3 comments:

Liza Arjanto said...

Hahaha... Endingnyaaaaa

rizka psikologi said...

Endingnya yang tak terduga :D

Naqiyyah Syam said...

hahhaha aku tertipu ama endingnya